Rapat Kerja Komisi II DPRD Kota Padang dengan BUMN dan BUMD

Peningkatan pendapatan masyarakat dan pencapaiannya menjadi tema rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Kota Padang bersama PT. Pertamina, PT. Semen Padang, PT. Bank Nagari, PDAM Kota Padang Wakil rakyat merupakan representasi masyarakat Kota Padang.

Program unggulan apa yang bisa disampaikan pada manajemen untuk menterap anggaran yang disediakan dari alokasi dana CSR. Menurutnya ada Forum Nagari yang berada di Lubuk Kilangan 7 kelurahan dan 2 kelurahan di Kevamatan Pauh yang  berbatasan dengan lokasi pabrik semen tersebut.

Yang dibutuhkan program unggulan yang kuat bersinergi dan eksekusinya dengan Pemko Padang lebih baik. Ada spek planing, siklus untuk memenuhi ekpetasi yang kuat merealisasikannya. Polanya yang mungkin kita sinkronisasikan sesuai dengan domain masing-masing.

Diakui Ketua DPRD Kota Padang konstituennya yang di Kecamatan Lubuk Begalung ditolak oleh PT. Semen Padang memperoleh dana CSR.

Arga Satya dari PT. Pertamina penyalur elpiji lewat sub penyalur melalui agen. Kuota 15.642 MT. Tersedia hanya 21.092 MT. Dikuatirkan over kuota.
Diakuinya kurang tepat sasaran untuk restoran dan bisa dicabut perizinan. Dihatapkan kerjasama dengan Pemda setempat untuk mengeksekusi jika ada restoran yang menggunakan elpiji 3 kg.

Sigit Wicaksono melanjutkan pembicaraan bahwa Pertamina tidak mungkin keluar dari koridor sesuai Permen ESDM. Memiliki dampak bisnis strategis, bisa disinergikan. Hendaknya ada usulan tertulis dari Pemko Padang melalui koorporate daerah seperti di Padang ini dipimpin oleh Syahrial Mukhtar.

Yulisman mengharapkan evaluasi dari Pertamina dan Dinas Perdagangan Kota Padang guna mendapatkan bonus bagi SPBU yang layak untuk itu.

Menurut M Agus Budi Kusuma soal safety bisa berdampak penyegelan karena tidak sesuai dengan aturan. Jika disegel SPBUnya terkadang masyarakatnya yang keberatan karena terganggu pendistribusian.

Lay out tempat sudah disesuaikan agar ada keamanan bagi SPBU  yang juga menyediakan tempat usaha lain

PAD Kota Padang saat ini sudah mencapai Rp.600 Miliar dan menargetkannya pada tahun 2018 sebesar  Rp. 1 T.  Mizwar Djambak mempertanyakan pasar pembantu untuk Kecamatan Bungus Teluk Kabung pada Dinas Perdagangan Kota Padang. Dimaksimalkan bangunan sudah ada dan melibatkan KUD setempat tapi memang belum optimal, jelas Jasman mewakili Kadis Perdagangan Kota Padang.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Padang, Jasman bekerjasama dengan Bank Nagari untuk pemungutan retribusi. Masalah kasus pungli tidak melibatkan Dinas Perdagangan. Dengan keadaan terbangun dan tertatanya Pasar Bandar Buat maka  sangat menguntungkan PT. Semen Padang karena lancar distribusinya.

Pelabuhan TPI Bungus menunggak Rp. 20 pee meter kubik. 4000 m2k. Air di Bungus defisit. Sdh dianggarkan thn 2010 sebesar rp. 5 m. Kapasitas belum cukup untuk itu.
[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.